Setelah nonton film Life, berdecak kagum sambil geleng-geleng kepala, lalu duduk manis mencoba merangkai kata untuk nulis review-nya. Gua bingung meng-kategorikan nih film; Science Fiction atau Mystery/ Horror? Biar adil gua masukkan ke ketiga kategori tersebut. Oke, Life adalah sebuah film Science Fiction Mystery Horror yang keluar tahun ini, ‘menyeruak’ diantara gencarnya film Superheroes dan musikal.

Image Source: http://accesstolondon.co.uk

Ceritanya tentang 6 orang astronot dari berbagai negara dan latar belakang berbeda, Rory Adams (Ryan Reynolds), David Jordan (Jake Gyllenhaal),  Miranda North (Rebecca Ferguson – The Girl on the Train, Mission: Impossible – Rogue Nation), Katerina Golovkina (Olga Dihovichnaya) dan Sho (Hiroyuki Sanada -47 Ronin, The Wolverine), mereka berada di stasiun luar angkasa ISS yang mengorbit di bumi. Mereka melakukan penelitian dan mempelajari sel sampel dari Mars, untuk membuktikan bahwa ada kehidupan diluar bumi, dalam hal ini; Mars. Hugh Derry yang diperankan Ariyon Bakare (Jupiter Ascending) yang berlatar belakang ilmuwan menemukan kalau sel sampel dari Mars tersebut adalah organisme bersel tunggal yang kemudian perlahan-lahan berkembang. Kabar gembira ini lalu sampai ke Bumi, dan pihak Bumi memberikan sebuah nama kepada ‘Alien’ baru lahir itu dengan sebutan ‘Calvin’.

Si Calvin ini yang bentukan awalnya mirip kayak bintang laut, sempat mengalami malfunction yang mengakibatkan doi ‘tertidur’. Hugh lalu mencoba ‘membangunkan’-nya kembali dengan memberikan sengatan listrik ber-voltase rendah. Namun naas buat Hugh, percobaan tersebut malah membangkitkan sistem pertahanan si Calvin dan merubahnya menjadi tak terkendali. Tangan Hugh dililit hingga patah dibuatnya, sesaat kemudian Calvin yang lepas dari ruang karantina-nya merenggut nyawa salah satu personil astronot (gua nggak bisa menyebutkan siapa orangnya, ntar spoiler). Dari sini, lau dimulailah kepanikan terjadi diantara para personil ISS, yang memang nggak menduga Calvin bakal begini jadinya.

Image source: http://www.movies.ch

Ditengah kepanikan yang melanda, si Calvin lalu berhasil lolos dari Labolatorium dan  berkeliaran di stasiun luar angkasa ISS. Doi berhasil membuat beberapa kerusakan pada stasiun dan menambah kepanikan para personil. Beberapa cara dilakukan untuk menangkap atau membunuh Calvin, tapi ternyata sia-sia. Calvin nggak seperti yang mereka bayangkan, doi punya tingkat kecerdasan diatas rata-rata dan yang paling emejing, doi punya daya tahan tubuh yang nyaris menyerupai Superman.

Sisa ceritanya silahkan ditonton sendiri.

Awalnya gua pikir film ini bakalan se-tipe kayak Interstellar atau Gravity, tapi ternyata gua salah. Ya nggak sepenuhnya salah sih, karena nih film masih  nge-bawa konsep Luar angkasa dan spaceship. Yang bikin beda tentu saja adanya ‘alien’ yang menghadirkan suasan horor sepanjang film. Akting para aktor/aktrisnya kece-kece semua, tak terkecuali si Olga Dihovichnaya yang mukanya jarang banget wara-wiri di film Amrik. Just for you information, ini merupakan film pertama yang menduetkan Jake Gyllenhaal dan Ryan Reynolds. Sedangkan buat Daniel Espinosa (sang sutradara), ini merupakan kali keduanya doi kerja bareng sama Ryan Reynolds setelah film Safe House yang lumayan ‘oke’.

Plot ceritanya dibuat penuh ketegangan (hampir sepanjang film) namun berhasil dikemas dengan tempo yang stabil. Jadi, walaupun tegang sepanjang film, Daniel Espinosa beberapa kali memberikan ‘istirahat’ kepada penonton dengan menampilkan scenery khas luar angkasa yang keren abis atau sisipan drama/jokes kecil dibeberapa scene. Efek CGI-nya terbilang oke, walaupun belum bisa menyamai Interstellar. Tapi, paling nggak hal itu bisa ketutup lah sama kualitas akting dan plot cerita yang barusan gua bahas.

Dalam hal konsep, sebenernya nih film punya konsep yang nggak unik-unik amat. Alien (1979) dan Prometheus (2012) nyaris memiliki konsep yang serupa, tentang pencarian manusia terhadap kehidupan lain dan alien. Tapi, kesamaan konsep ini berhasil dieksekusi dengan baik oleh Daniel Espinosa melalui plot cerita-nya, sehingga membuat kesamaan konsep dengan judul judul film lain jadi nggak punya arti.

Sayangnya, ada beberapa hal minor yang masih ada di film ini. Kayak dramatisasi penangkapan kapsul diawal film yang menurut gua nggak penting-penting amat ngabisin 10 menit durasi hanya untuk hal yang kayak gitu. Walaupun mungkin tujuan si Daniel Espinosa adalah untuk membangun ketegangan sejak awal film. Hal kedua adalah twisted yang ada di ending film, yang gampil banget kebaca buat para penggemar film twisted atau konspirasi, apalagi kisi-kisi ending nih film udah kecium di trailler pertama-nya. Kaco!  Tapi, jujur, kalaupun lu bisa nebak ending ceritanya, atau ada temen brengsek yang tiba-tiba bikin spoiler, gua jamin nih film tetep bisa menghibur lu kok.

Worth to watch!

 

Advertisements

One thought on “[Review] Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s