Kelar nonton film Life kemaren, yang konsep ceritanya diambil mirip dengan film Alien (1979). Gua jadi pengen nonton film Alien (lagi). Dari sudut pandang gua, emang film Alien (1979) ini merupakan pioner dari film-film dengan tema serupa yang kemudian bermunculan ditahun-tahun berikutnya. Sebut saja; Aliens (1986), Lost in Space (1998), Sunshine (2007), dan yang belum lama ini; Prometheus (2012) dan yang pualing baru banget kayak Life (yang udah gua bahas kemaren).

Masih segar diingatan kala itu, tahun 95-an, film-film barat sangat sulit dicari dan peredarannya terbatas. Kalaupun ada yang bisa kita dapet (sampe Indonesia) berarti tuh film bener-bener bagus dan populer. Bentuknya kala itu masih berupa laserdisc atau VHS. Nggak terkecuali film Alien ini. Setelah hampir lebih dari 10 tahun yang lalu gua nonton film ini, akhirnya kemaren kesampean nonton ulang film ini.

Cerita tentang sebuah kapal kargo luar angkasa komersial bernama Nostromo, yang membawa 7 kru, diantaranya; Dallas (Tom Skerritt), Lambert (Veronica Cartwright), Brett (Harry Dean Stanton), Kane (John Hurt), Ash (Ian Holm), Parker (Yaphet Kotto) dan si karakter utama Ripley yang diperankan Sigourney Weaver (Avatar, A Monster Calls, Ghostbusters, Chappie, The Cabin in the Woods). Kapal Nastromo ini, saat para kru nya hibernasi dalam perjalanan pulang, ternyata merubah rute gara-gara sinyal/transmisi yang dikirimkan dari sebuah planet asing. Para kru, mau nggak mau akhirnya mengikuti rute yang ditentukan si kapal (yang biasa disebut Mother), karena dikira sinyal/transmisi tersebut merupakan sinya SOS.

Sesampainya di planet tersebut, Dallas, Lambert dan Kane turun ke permukaan untuk menemukan sumber transmisi. Nggak diduga, nggak dinyana, mereka bertiga menemukan semacam kapal luar angkasa besar yang ‘karam’ disana, didalamnya Kane mendapati banyak telur-telur yang salah satunya kemudian ‘menetas’, menyerang dan ‘menempel’ di wajah Kane.

Sebagai catatan; Scene ini erat kaitannya dengan film Prometheus (2012), dimana Prometheus merupakan prekuel dari film Alien (1979) ini.

Mereka bertiga kemudian kembali kekapal dan mencoba untuk melepaskan ‘mahluk’ itu dari wajah Kane, yang ternyata nggak berhasil. Beberapa saat kemudian si mahluk tersebut melepaskan diri dari wajah Kane dan kemudian mati. Ternyata si mahluk tersebut telah menanamkan embrio didalam tubuh Kane yang kemudian ‘lahir’, beberapa saat setelah Kane tersadar. Ada sesuatu yang merangsek keluar, merobek perutnya, Kane pun mati. Sementara kru lainnya berusaha menangkap Mahluk baru yang keluar dari tubuh Kane kemudian kabur, sembunyi didalam pesawat. Kita sebut saja mahluk tersebut ‘Alien’.

Perlahan, Alien tersebut berkembang semakin besar hingga seukuran manusia (bahkan sedikit lebih besar)  yang kemudian mulai memburu para kru satu persatu. Berbagai cara, dilakukan para kru untuk melenyapkan Alien tersebut, namun semuaya sia-sia. Hingga akhirnya Ripley, Lambert dan Parker (kru yang tersisa) berencana untuk meledakkan kapal Nastromo bersama dengan Alien itu didalamnya, sementara mereka akan kabur melalui kapsul penyelamat. Namun naas, Parket dan Lambert malah jadi santapan si Alien yang kemudian memburu Ripley yang tinggal sendirian. Ripley berhasil meledakkan kapal Nastromo dan kabur melalui kapsul penyelamat, tapi tak disangka, si Alien ternyata berhasil ikut dan masuk kedalam kapsul penyelamat. Dengan tekad dan keberanian yang tersisa, Ripley akhirnya bisa melenyapkan si Alien dengan cara melemparkannya ke angkasa luar.

—-

Saat itu, usia gua masih belasan tahun dan film Alien ini bener-bener bikin gua nggak bisa tidur. Salah satu film barat ter-horor yang pernah gua tonton selain friday the 13th dan Chucky. Sampai sekarang pun nih film ternyata masih punya kesan horor yang sama, masih punya suasana kelam yang gloomy. Untuk jalan cerita dan plotnya, nggak perlu diragukan lagi, ini adalah sebuah masterpiece. Walaupun ada beberapa plot hole dan kelemahan lain yang (saat ini) terbilang fatal, namun karena nih film di eksekusi pada tahun 70-an, kayaknya pemakluman adalah hal yang wajar. Jadi, jangan heran saat lu ngeliat para kru merokok didalam kapal atau gravitasi yang normal didalam kapal, atau beberapa kejadian yang hampir mustahil terjadi di angkas luar, namun terjadi di film tersebut. Ya maklum aja.

Kekuatan film ini selain dari konsep-nya yang rare, adalah dari scoring musiknya. Ini bisa dibuktikan dengan lu memejamkan mata dan membesarkan volume saat menikmati nih film, maka suasana horor-nya bakal terasa dengan jelas. Untuk kualitas akting, Sigourney Weaver terbilang superior dibanding yang lain, bukan berarti akting pemeran yang laen jelek, tapi emang si Sigourney terlalu menonjol.

Overall, kalo nih film bisa sangat dinikmati jaman sekarang. Bagaimana rasanya saat lu berada di tahun 70-an dan menonton dijaman tersebut. Pasti keren abis. Asli!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s