The Invisible Guest adalah film asal Spanyol yang punya judul asli “Contratiempo“. Nih, film sempet menang awards di Portland International Film Festival dan masuk nominasi di beberapa awards lain sebagai kategori film editing terbaik. Gaung-nya nggak terlalu megah, mungkin karena pertama; Ini film Spanyol, kedua; kalah saing sama film-film Holywood yang biaya promosinya limitless.

Image source: http://filmmusicreporter.com

The Invisible Guest bercerita tentang seorang milarder muda yang sukses berat bernama; Adrián Doria (Mario Casas), Doria memiliki perusahaan bernama ‘Global Tech’ yang baru saja melebarkan sayapnya ke Asia. Saat berada di puncak kesuksesannya, Doria malah tersangkut kasus pembunuhan, dimana doi didakwa telah membunuh selingkuhannya; Laura Vidal (Bárbara Lennie) didalam sebuah kamar hotel didaerah terpencil di pegunungan.

Doria diperkenalkan kepada Virginia Goodman (Ana Wagener) oleh pengacaranya; Félix Leiva (Francesc Orella). Virginia merupakan seorang pengacara handal yang punya spesialisasi dalam ‘witness preparation‘ dan ‘judicial declaration‘. Suatu malam, si Virginia datang ke apartemen Doria dalam rangka persiapan untuk persidangan yang kemungkinan Jaksa bakal punya saksi yang memberatkan Doria atas kasus pembunuhan selingkuhannya. Virginia lalu memaksa Doria untuk menceritakan secara detail mengenai kejadian di hotel tempat terjadinya kasus pembunuhan.

Berawal dari kasus pembunuhan tersebut, ternyata Doria dan selingkuhannya punya misteri yang nggak diketahui bahkan oleh siapapun, yang pada akhirnya diceritakan juga kepada Virginia, dengan harapan Pengacara veteran ini mampu membebaskan Doria dari kasus pembunuhan yang dituduhkan kepadanya. Tapi, menurut si Virginia, cerita si Doria ini terkesan mengada-ada dan terlalu banyak celah. Yang malah membuat di Virgina menaruh curiga, Doria lalu mulai bercerita jujur tentang kasus tersebut, yang ternyata malah melibatkan kasus tabrakk lari yang juga melibatkan Doria dan Selingkuhannya; Laura.

Sisa ceritanya silahkan ditonton sendiri, karena nih film terlalu njelimet untuk diceritakan.

Konsep ceritanya mirip sama beberapa cerita di komik Detective Conan, tentan pembunuhan didalam ruang tertutup. Ya memang nggak begitu unik, tapi juga nggak bisa dibilang konsep cerita yang pasaran, dan jelas sekali kalau konsep cerita bukanlah poin plus utama untuk nih film. Plot-nya dibuat maju-mundur, proses penjelasan detail kejadian digambarkan dengan jelas sehingga nggak bikin bingung penontonnya. Untuk urusan akting para pemainnya juga buat gua nggak spesial-spesial banget, Mario Casas emang terlihat sedikit menonjol, tapi mungkin karena durasi tampil doi lebih banyak ketimbang yang lain.

Yang justru bikin film ini menarik buat gua adalah proses editing-nya. Perpindahan antar satu scene dengan scene lainnya banyak menggunakan transisi siluet yang ekseskusi dengan cermat, ditambah banyak sinematografi berkesan dark yang bikin nih film berasa banget misteri-nya. Finalnya, diakhir film, penonton bakal disuguhkan plot twisted yang bikin penonton planga-plongo.

Advertisements

One thought on “[Review] The Invisible Guest 2016

  1. Gua suka banget plot twist film ini, dan film ini terus membuat penonton selalu berpikir ketika menonton. Gua setuju kesan akhir bahwa film ini bikin planga plongo. Review yang bagus bro

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s