Belakangan ini film horor misteri dari Korea selatan kurang gencar meneror pasar film. Nah, tahun ini House of the Disappeared muncul mengobati kerinduan penikmat film akan film horor misteri dari Korea selatan. Seperti biasa, film asal Korea selatan walaupun genrenya horor tau misteri tapi tetep pemerannya selalu cewek cantik dan cowok yang juga syantiq, jadi kesan horor nya masih ada obatnya lah.

Image source: http://blog.asianwiki.com

Dikisahkan, diawal film seorang ibu baru saja dibebaskan setelah dipenjara selama 2 tahun karena dituduh membunuh suami dan dua orang anaknya. Kang Mi-hee yang diperankan oleh Yunjin Kim (Ode to My Father, The Neighbors) kembali kerumah lamanya, rumah tempat terjadinya pembunuhan yang dituduhkan kepadanya. Pendeta Choi datang mengunjungi Kang Mi-hee untuk membantu menghibur Mi-hee dan mencoba mengajak-nya untuk ikut kembali kebaktian di gereja, setelah 25 tahun vakum karena dipenjara.

Iseng-iseng, si pendeta Choi bertanya tentang kejadian pembunuhan 25 tahun yang lalu. Awalnya Mi-hee menolak untuk bercerita dan bahkan mengusir pendeta Choi. Tapi, pendeta Choi nggak menyerah dan selalu kembali kerumah tersebut untuk menemui Mi-hee dan berusaha menggali cerita tentang kasus pembunuhan tersebut. Mi-hee pun akhirnya mulai bercerita, dari cerita tersebut pendeta Choi menangkap ada sesuatu yang ganjil dan nggak masuk akal, pada akhirnya mereka berdua memulai untuk mencoba menyingkap misteri tentang kasus 25 tahun lalu yang ternyata bersangkutan dengan sejarah rumah yang ditinggal Mi-hee dan keluarganya.

Pendeta Choi pun melakukan riset tentang sejarah rumah tersebut dan menemukan adanya misteri yang tersimpan sejak rumah tersebut baru saja dibangun sampai sekarang. Sejak dulu, banyak anggota keluarga yang tinggal dirumah tersebut menghilangg tanpa jejak, termasuk anak bungsu Mi-hee yang sampai saat ini dianggap mati dan tidak ditemukan jenazahnya. Lalu, misteri apa yang tersimpan dirumah itu?

Sisa ceritanya silahkan ditonton sendiri.

Image source: http://quinlan.it

Konsep cerita film ini sedikit banyak ada kemiripan dengan The Others-nya Nicole Kidman dicampur dengan Insidious. Beberapa kali gua mendapati scene yang ‘nyaris’ persis dengan film The Others atau Insidious. Tapi, jelas buat gua pribadi hal itu bukan masalah besar karena ‘mirip’ nggak melulu berarti menjiplak. Kalaupun menjiplak jika di eksekusi dengan baik dan benar tentu bukan sebuah masalah besar. Yang manteb adalah plot-nya, yang sengaja dibuat maju-mundur dengan banyak tingkatan plot, misalnya ada satu part dimana si Mi-hee bercerita tentang masa lalu (plot lalu bergerak mundur), lalu pada plot tersebut si Mi-hee muda kembali bercerita (plot kembali bergerak mundur).

Untuk scoring musiknya, House of the Disappeared masih menggunakan scoring musik khas film horor Korea selatan yang banyak menggunakan tone-tone etnis, penggunaannya pun tergolong pas dan tepat; bikin nuansa horor tambah horor. Kualitas akting para pemerannya tergolong standart, terkecuali Yunjin Kim yang total banget meranin seorang Ibu yang kehilangan seluruh keluarganya dan dia sendiri yang dituduh sebagai pembunuhnya. Aktor yang lain, masih dalam kategori ‘bagus’ namun sama sekali nggak mendekati kualitas Tunjin Kim.

Premis yang dibangun Lim Dae-Woong sebagai sutradara berhasil menggiringg penonton untuk berasumsi sendiri sepanjang film, hingga pada akhirnya diberikan kejutan diakhir film dengan sebuah plot twist yang emejing.

Worth to watch!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s