[Review] House of the Disappeared 2017

Belakangan ini film horor misteri dari Korea selatan kurang gencar meneror pasar film. Nah, tahun ini House of the Disappeared muncul mengobati kerinduan penikmat film akan film horor misteri dari Korea selatan. Seperti biasa, film asal Korea selatan walaupun genrenya horor tau misteri tapi tetep pemerannya selalu cewek cantik dan cowok yang juga syantiq, jadi kesan horor nya masih ada obatnya lah. Continue reading “[Review] House of the Disappeared 2017”

[Review] The Founder 2016

This is Fast food nation. Pernah makan di McD (baca: McDonald)? Ah pasti pernah dong. Kalo nggak pernah makan disana, paling nggak pasti pernah ngelewatin restaurant dengan papan nama M raksasa ini dong? Sampai akhir 2016 kemarin, udah ada 168 restoran McD di 32 kota di seluruh Indonesia (data dari situs McDonald Indonesia). Buat gua sendiri, McD terkenal bukan cuma karena Burger-nya, bukan juga karena Ronald McDonald si maskot, melainkan karena logo-nya yang familiar dan kerap dijadikan landmark atau patokan lokasi buat sebagian orang buta arah kayak gua. Continue reading “[Review] The Founder 2016”

[Review] The Invisible Guest 2016

The Invisible Guest adalah film asal Spanyol yang punya judul asli “Contratiempo“. Nih, film sempet menang awards di Portland International Film Festival dan masuk nominasi di beberapa awards lain sebagai kategori film editing terbaik. Gaung-nya nggak terlalu megah, mungkin karena pertama; Ini film Spanyol, kedua; kalah saing sama film-film Holywood yang biaya promosinya limitless. Continue reading “[Review] The Invisible Guest 2016”

[Review] Money Monster

Judulnya emang agak sedikit serem; Money Monster. Tapi, genre-nya sama sekali bukan Horor dan nggak ada kemunculan ‘monster‘-nya. Just another financial-thriller movie like wolf of wall street, Wall Street: Money never sleep and the latest one; Big Short. Daya tarik pertama film ini buat gua (selain judul-nya) adalah pemain dan sutradara-nya. Nih film diperankan sama Jack O’Connell (Unbroken, Starred Up, United), George Clooney (Up in the air, Ocean trilogy, Syriana) dan Julia Roberts (Nothing hill, Pretty Woman, Eat pray love). Dua nama terakhir kualitas akting-nya nggak perlu kita perdebatkan, ya walaupun si Jack O’Connell juga bukan aktor maen-maen, menang tiga awards dari filmnya yang Starred Up, jelas bukan prestasi maen-maen. Continue reading “[Review] Money Monster”

[Review] Spotlight

Pada tahun 2001 , editor Marty Baron dari The Boston Globe memberikan tim wartawan untuk menyelidiki tuduhan terhadap John Geoghan , seorang pastur katolik yang dituduh ‘mencabuli’ lebih dari 80 anak laki-laki . Dipimpin oleh Editor Walter ” Robby ” Robinson (Michael Keaton ) , wartawan Michael Rezendes (Mark Ruffalo), Matt Carroll dan Sacha Pfeiffer mereka tergabung dalam tim kecil di Boston Globe dengan sebutan ‘Spotlight’, mencoba untuk menguak lebih dalam tentang kebenaran berita tersebut. Just for your information, nih film berhasil menang dua Oscar kemaren; Best Motion Picture of the Year dan Best Writing/Original Screenplay. Continue reading “[Review] Spotlight”

[Review] The Walk (2015)

The Walk, film based on true story yang mengangkat cerita (biografi) tentang seorang ‘Wire-walker’ bernama Philippe Petit . Philipe ini mungkin dan bisa jadi satu-satunya orang di seluruh dunia yang pernah berjalan diantara dua gedung World Trade Centre diatas seutas kabel baja, tanpa pengaman. Philippe Petit diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt (Looper, Premium Rush, Hesher, Don Jon), sayang-nya gua nggak bisa bikin perbandingan antara Philippe aslinya dengan akting-nya bang Joseph, karena nggak pernah tau banyak  tentang si Philippe versi aslinya. Continue reading “[Review] The Walk (2015)”

[Review] Dallas Buyers Club

Awalnya gua download nih film karena sebuah nama’ Jared Leto’ yang bakal meranin tokoh Joker di film Batman selanjutnya. Dari portfolio-nya sih kayaknya si Leto oke punya aktingnya tapi, apa iya? Dallas Buyers Club, sebuah film yang diangkat berdasarkan kisah nyata dari seorang pria pengidap HIV-Aids dari Dallas, yang mati-matian memperjuangkan pengobatan medis (yang jujur) terhadap sesama pengidap HIV-Aids melawan industri medis dan pemerintah Amerika (melalui FDA-nya). Cerita tentang seseorang yang hampir mati bukan karena penyakitnya melainkan karena rasa putus asa-nya terhadap obat HIV yang saat itu masih dalam pengembangan; AZT dan perlakuan orang-orang disekitarnya. Continue reading “[Review] Dallas Buyers Club”