[Review] The Crimson Rivers

The Crimson Rivers, film asal prancis yang diangkat dari sebuah novel karya Jean-Cristophe Grangè yang punya judul asli Red Blood Rivers. Aslinya nih film udah keluar tahun 2000 dan baru gua sadari keberadaanya 17 tahun kemudian. Uniknya, nih film di sutradari oleh Mathieu Kassovitz, yang setelah memproduksi film ini malah jadi aktor dan sempat bermain di film-film populer kayak; Munich (2005), Asterix and Obelix Meet Cleopatra  (2002) dan Amélie (2001).  Continue reading “[Review] The Crimson Rivers”

[Review] House of the Disappeared 2017

Belakangan ini film horor misteri dari Korea selatan kurang gencar meneror pasar film. Nah, tahun ini House of the Disappeared muncul mengobati kerinduan penikmat film akan film horor misteri dari Korea selatan. Seperti biasa, film asal Korea selatan walaupun genrenya horor tau misteri tapi tetep pemerannya selalu cewek cantik dan cowok yang juga syantiq, jadi kesan horor nya masih ada obatnya lah. Continue reading “[Review] House of the Disappeared 2017”

[Review] Get Out 2017

Satu lagi film dengan tema ‘rasial’ yang muncul setelah 42, Selma dan 12 Years of Slave. So far, film yang mengangkat tema serupa selalu mendapat rating diatas rata-rata. Namun, kali ini ‘Get Out’ muncul dengan konsep yang sedikit berbeda. Mengusung kategori horor-misteri, bisa jadi Get Out merupakan film ber-tema rasial pertama dan satu-satunya yang memiliki kategori horor-misteri. Continue reading “[Review] Get Out 2017”

[Review] Alien 1979

Kelar nonton film Life kemaren, yang konsep ceritanya diambil mirip dengan film Alien (1979). Gua jadi pengen nonton film Alien (lagi). Dari sudut pandang gua, emang film Alien (1979) ini merupakan pioner dari film-film dengan tema serupa yang kemudian bermunculan ditahun-tahun berikutnya. Sebut saja; Aliens (1986), Lost in Space (1998), Sunshine (2007), dan yang belum lama ini; Prometheus (2012) dan yang pualing baru banget kayak Life (yang udah gua bahas kemaren). Continue reading “[Review] Alien 1979”

[Review] Life

Setelah nonton film Life, berdecak kagum sambil geleng-geleng kepala, lalu duduk manis mencoba merangkai kata untuk nulis review-nya. Gua bingung meng-kategorikan nih film; Science Fiction atau Mystery/ Horror? Biar adil gua masukkan ke ketiga kategori tersebut. Oke, Life adalah sebuah film Science Fiction Mystery Horror yang keluar tahun ini, ‘menyeruak’ diantara gencarnya film Superheroes dan musikal. Continue reading “[Review] Life”

[Review] Underworld: Blood Wars

Banyak orang bilang saga Underworld cuma film blockbuster kacangan yang kurang apresiasi. Ditilik dari tema yang diangkat (tentang vampire dan warewolf), bisa jadi penyebab-nya gara-gara Twilight, film dengan genre nyaris serupa namun tak sama ini bikin kualitas saga Underworld jadi keliatan seperti nggak berkelas. Nyatanya, Underworld udah berhasil melanjutkan 4 film setelah bagian pertamanya keluar di tahun 2003. Berarti, dalam range waktu 14 tahun, saga ini bisa mempertahankan eksistensinya dengan sukses. Jelas bukan perkara kacangan kan? Continue reading “[Review] Underworld: Blood Wars”

[Review] It Follows

Nih film awalnya emang kayak film dengan low budget, but it is! It Follows cuma ber-budget  juta dollar, dengan penggunaan aktor yang nggak ngetop-ngetop amat ditambah setting-nya juga nggak spesial-spesial amat, jadilah It Follows sebuah film horor ber-budget rendah yang ternyata mampu memukau para penggemar film. Buat orang-orang Indonesia yang notabene hidup dalam ‘bekapan’ cerita urban legend kayak kuntilanak, gondoruwo, pocong and so so.. ditambah orang kayak gua yang dibesarkan bersamaan dengan populernya Suzana dengan film-film horor-nya, jadilah kebanyakan film-film horor barat kayak agak nggak ‘greget‘. Continue reading “[Review] It Follows”